Kandang Babi

By Wildan Fauzy

Chapter HTML · Book HTML · Print

Preface

Kandang babi hanya julukan sebuah tempat tinggal, Benda mati dan juga tidak bernapas, tetapi mempunyai nama, perkenalkan namanya adalah “Kandang Babi”, dia tidak ingin nama yang lain, tidak ada yang tahu dari mana namanya berasal, dan juga tidak mempunyai silsilah keluarga, muncul dengan sendirinya, dan perlu diingat ini bukan kandang babi yang kalian kira. Dia tidak pernah mengeluh, andai saja dia tidak menjadi benda mati, masihkah tidak mengeluh, selain menjadi tempat berteduh dikala cuaca dingin maupun panas


Daftar Isi

Chapter 1. Kata Pengantar

Benda mati dan juga tidak bernapas, tetapi mempunyai nama, perkenalkan namanya adalah “Kandang Babi”, dia tidak ingin nama yang lain, tidak ada yang tahu dari mana namanya berasal, dan juga tidak mempunyai silsilah keluarga, muncul dengan sendirinya, dan perlu diingat ini bukan kandang babi yang kalian kira.

Satu hal yang membuat saya kagum terhadap kandang babi, dia tidak pernah mengeluh, andai saja dia tidak menjadi benda mati, masihkah tidak mengeluh, banyak hal yang terlah dilsayakan oleh kandang babi, selain menjadi tempat berteduh dikala cuaca dingin maupun panas, kandang babi memberikan warna di setiap waktu yang saya bunuh.

Seakan-akan kandang babi adalah makhluk hidup yang mempunyai rasa dan empati, dia mencairkan suasana yang kaku menjadi hangat, apalagi jika ditambah secangkir kopi hitam yang baru saja diseduh oleh mona atau lapig dan nade, cuaca dingin di luar tetapi terasa hangat jika berada di dalam kandang babi.

Ucapak terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan kandang babi di muka bumi ini, entah apa jadinya kalau kandang babi tidak diciptakan, dan saya hanya bisa pasrah jika Tuhan mengambil kembali kandang babi, semua atas kehendakNya.

Tidak ada kata-kata lagi untuk menggambarkan kandang babi, bahkan dalam kata pengantar ini tidak bisa menjelaskan apa-apa tentang kandang babi, atau mungkin isi dalam buku belum tentu bisa menjawab apa sebenarnya kandang babi, atau anda bisa menemukan jawabannya setelah membaca habis isi buku ini, semoga saja bisa menemukan apa itu kandang babi.

Saya memahami, dalam buku yang sedang anda pegang ini mengandung banyak kejanggalan yang diluar nalar manusia, perbuatan penghuni kandang babi yang sungguh sia-sia, banyak hal di dunia ini yang kita lakukan adalah sia-sia, atau “bahkan hidup ini sia-sia dan senda gurau belaka” kata salah seorang yang pernah saya temui di muka bumi ini.

Sebelum saya menutup kata pengantar ini, izinkan saya untuk bertanya kepada penghuni kandang babi yaitu mona, lapig dan nade, manusia macam apa yang tinggal di kandang babi, setahu saya manusia selalu ingin sesuatu yang lebih, kehidupan yang terjamin, dan harta yang melimpah, dan sesuatu yang bersifat materi, entah saya atau bahkan anda tidak mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran penguni kandang babi. Selamat Membaca.

Back to top